Kagum sungguh saya dengan pengetahuan pelukis Mariam Abdullah ini. Memang beliau kelahiran Sabak Bernam, sejak kecik bermain di sawah padi dan kebun kelapa sawit. Sejak bermastautin dengan Anak Alam sudah menjadi warga KL. Jadi kerinduan pada kampung, dengan pohonan , binatang dan unggas tetap bersarang. Dia pun kerap melukis bunga-bugaan, daunan dengan anak kecil berterbangan di udara. Kami melukis dalam senyap...dan burung terus menjadi penghibur, setia dan alami. Anugerah Ilahi. Alhamdulliah, indah sungguh CiptaanMu ya Ilahi.. merbati , tiong, helang,belatuk,tukang,burung hantu, gagak...dan banyak lagi, dapat dengarnya tapi burung tidak melintas di depannya. Esok kita tunggu lagi
-Ayuh kita akan melihat air pasang di Sawah Sempadan!
-Haa ???
-Ya harap ada burung air berqasidah di sana, bangau, oh bangau...tunggu kami datang !
****
Laman Nyang GalohKampung Melaka Batu 10, Tanjung Karang
No comments:
Post a Comment