Sunday, 31 May 2009

RUMAH No 17 Jalan 1/7k Bandar Baru Bangi - 11

Sisa anjung, di sini bersila Amin Sweeny, Kratz, Anand Haridaz,
Agi...suara debat sarjana sastera Melayu Antara Bangsa.
Suara mereka terus bergema
Lampu di ruang tamu masih menyala, esok lusa padamlah
kau di ganti lampu baru oleh penghuni baru
Sisa-sisa buku yang perlu dikeluarkan dari pustaka lama

Sisa perkakas dapur yang dipakai oleh siswi yang numpang di rumah ini
Loceng lembu dari Minangkabau hadiah seseorang
yang telah menghilang diri hehhee di mana kau?
kalau tamu datang, ketuk sini ya

Pernah dalam hujan lebat, serambi depan yang beratap zink meratap dengan kuat. Seorang Echo mengirim pesan. Sekarang kenapa Echo mendiamkan diri. Tapi cerpenmu bagus-bagus ya. Masih mengajar di Melaka kah?

Di sini juga dulu pernah berkumpul para siswa-siswiku, kawan-kawan sarjana, kawan seniman, berkumpul, Teater Asyik dan Marzuki pernah bermalam di sini, saling bercerita, membicangkan projek seni, mencipta lagu, juga untuk berdoa dan berzikir. Ya sudah ada yang bernaung di Putrajaya, di Kementerian Luar Negeri, pegawai kanan, guru-guru menjadi YB. Saya masak menjamu kawan-kawan . Sekarang kadang - kadang kita bertemu , jeling lupa-lupa ingat. Ya saya seperti biasa saja, pindah randah. Kenangan itu kubawa mengikuti langkah , ya aku harus melangkah lagi hingga tiba detik untuk mengucapakan selamat tinggal.

Kg Bandar Dalam
1 Jun 2009








1 comment:

Adreena Renniow Abendanon said...

rumah ini begitu berseni...

sayang...