Saturday, 19 September 2009

Akhir Ramadhan, 1430 - KL Sepi

Jalan dari bulatan Selayang mengarah ke Gua Batu (Batu Gave),
Sentul, Kuala Lumpur

Simpang ke arah Jalan Gombak (kiri), ke Semarak (lurus)
dan ke Sentul (kanan), jam 5 petang , 30 Ramdhan 1430 /20 Sept 2009

WAH inilah hari kami dapat menakluki Kuala Lumpur. Di sekitar Gombak- Gua Batu (Batu Gave le) , jalan lapang trantangtang. Saya bagai bebas mengetuk gendang bersama hatiku berlagu , hari ini (untuk seminggu), KL Aku punya....pergilah wahai orang luar KL, yang selamanya hanya memenuhi kampung kota kami...ooi jangan marah. Anda masih tersekat di Lebuh raya, di lorong tol Gombak..untuk pulang ke Pantai timur, ke Utara, tol Cheras-Kajang untuk ke selatn.
Siang ini dalam perjalanan ke Pasar Borong Selayang, asisten saya sibuk cepret gambar, macam-macam, tiang letrik berdiri, lampu trafik di simpang, penjual lemang, penjual bunga di celah-celah pasar, peniaga Mynmar, dengan bebas mempamer aneka sayuran yang asalnya dibeli atau dikutip dari sisa lebihan di Pasar Borong...pepttpee, pemotong ayam dengan pekik suara Aceh, , apek Cina yang lahir dan membesar di Rawang masih pelat berbahasa Melayu..ahahah. Waktu inilah juga hon kereta merdeka...masih ingin cepat melompat setelah berbelanja...di pasar NSK terserempak beberapa orang yang dikenali, wah kali ini juga kita dengan mudah mengenali : Ini dia kawan kami orang KL....Yusuf Gajah dan isterinya Zakiah juga berbelanja..., pertanyaan biasa,

- " Dah buat rendang ke ? "
-" Inilah, baru nak beli daging..."
- " Rendang Minang ke . atau rendang tok ? "
- " Daging batang pinang, berapa sekilo"
- " RM 26..."
- " Ooo, tak beli daging pinang lah, beli bahagian daging beku Australia aja, sedikit berlemak ,
oke saja, nak buat rendang, 2 kg cukuplah ...sekilo RM 11.50..."
- " Kelapa,,,yayyya yang udah perah "
Dalam kepala mencongak...sekilo daging, sekilo santan...oke boleh 3 kilo cukup lah....bukan nak pesta santan kan!....hati membujuk rasa sendiri, jangan lupa serai, daun kunyit, ibu kunyit segara, halia, lengkuas, daun liput purut...
Cik Melor sudah menunggu di bahagian meja ayam...menunggu berderet. sabar juga dia....dia tersengeh dah dapat kan dua ekor ayam, di belah lapan, suaranya gembira...
- " Wah masuk soto? "
- " Ya Soto, resepi Cik Minah Surabaya?" (Tuminah, mantan pembantu kami asal Malang)
Jalan lengang. Tapi tidak di pasar, troli barang berlaga, tapi kami pembeli masih dpa tersenyum membenarkan lorong masing-masing.." silakan dulu" Lagu hari rayapun berdengung...suara P Ramli, Saloma masih disenangi....hanya dengan kata lagu - dendang perantau,
' apakan daya masa tak akan kembali
hancur musnahlah semua nya..
impian yang murni tinggal menjadi kenangan
hanya rangkaian kata
dengan lagu dendang perantau..'
...Saya senang pasar kerana ada keistimewaan baunya. Di bahagian basah yang menjual ikan, udang, sotong , terasa sengatan air asin. Bahagian ayam dan daging agak hanyir dan berlender....bahagian sayuran paling menyenangkan dengan aneka warna...kuning cili Bomby, timun kuning Jepun (selain hijau, ungu terung Arab)hhhha....cili padi, kenit, tapi awas, telinga dapat berdengung kalau kelebihan dalam sambal mangga...
Di pasar juga orang saling citcatcitcat, syeee. Tangan kanan memilih sayur, tangan kiri masih dengah HP. Ada yang ketawa, ada yang marah-marah,
- " Nak beli apa ,,,cepat lah" .
Ada pula masih mengira senarai barang yang telah di beli, melihat ke kertas....(ini orang yang tahu berbelanja - mencatat barang keperluan sejak di rumah..) tapi masih merungut kesal, " ala santan belum beli...shampoo tak ada, garam ada tak? " Sambil membongkar barang-barang belian di kereta sorong. Si suami sudah mula mendengus, geleng kepala... Kasihan Cik Puan tu, Cik Abang tidak sama memilih barang-abrang keperluan ke?

Hatiku masih berlagu...suara Almarhum Asri , melantun-lantun. Kalau sebelum beliau berangkat meninggalkan kita semua....wajahnya dan suarnya yang selalu menghiasi acara takbir raya di RTM....Al - Fateha....terasa pula kita kehilangan ini...
Pulang dari pasar, masih melewati Jalan Rawang menuju arah Gombak...masih lengang , jalan arah ke utara juga lengang...eh dah balik kampung ke kamu haaah....

Esok setelah solat sunat di madrasah, kami akan berlanjut ke makam, menziahi keluarga di rumah-rumah yang dikasihi, Ibu, Nenda, makcik-makcik, seluruah Almarhum-almarhumah, hanya percikan air bunga dan doa untukmu semua
Lepas itu kami akan ke kota ...ingin melihat kebebasan jalan raya...sepi lengang...tapi ada seribu cinta tercatat terjalan di jalan raya....aku ingin melentang. Ingin terngadah di Dataran Merdeka...akan mendengar dentangan jam di rumah sakti Sultan Abdul Samad, lepas tu akan menuju ke KLCC, akan menonton pesta warga Indonesia dan Filipina berpesta libur, gembira di situ......atau ke Istana Negara...mereka ini lebih santai, dapat menyalami tangan DYMM Seri Paduka Baginda Yang Di Pertuan Agung...orang asal KL, mana ada waktu di hari raya pertama untuk berkunjung, kerana kami ada rumah ada keluarga sendiri sudah menunggu di rumah keluarga masing-masing....Ya kelengangan KL menjadi hati l a p a n g + .d a m a i......Kuala Lumpur aku punya ---hanya untuk 3-5 hari...sebelum tamu-tamu penumpang tanah di KL kembali lagi menakluki KOTA KAMPUNG kami yang disayangi ini.
Hai selamat hari raya
kami semua ucapkan
menikmati hidangan yang kami sediakan
sila jamu selera dengan bermacam hindangan
pilih yang mana suka
sila janganlah segan
rasakah ketupat ini
dengan rendangnya sekali
sudilah rasa kuih ku
pilihlah yag mana satu
hei di hari ini kita berjamu selera
kita bermaafan di hari raya .
Suara Sharifah Aini melengkeng pula dalam kereta..
20 September 2009 @ 29 Ramadhan >Syawal 1430.

5 comments:

daydeck86 said...

Selamat Hari Raya Aidilfitri bonda
ya kuala lumpur jadi milik kita warga KUALA LUMPUR

SITI ZAINON ISMAIL said...

ya lama tidak dengar berita...tak datang ke Kg bandar Dalam ke?

wardah munirah said...

Assalamualaikum Bonda,
Ya, Selayang benar-benar menjadi milik kita waktu-waktu raya ni! Nampak sangat sunyinya dan nampak sangat betapa ramai penduduk dari kawasan luar yang menetap di Daerah Selayang.

Saya mengucapkan salam lebaran minal aidil wal faizin. Mohon ampun zahir dan batin.

ADUN TEMPASUK said...

Assalamualaikum...Saya dah kenal Dr. semasa kunjungan dr. ke Kota Belud.Tkasih kerana memberi komen dalam FB Norawi.Utk makluman dr. Pak Mustapha adalah pakcik saya.

SITI ZAINON ISMAIL said...

Terimakasih,daydeck dan wardah---rasanya kita buat group KampungkuKL ....
Ya YB...salam ke Pak Mustafa ya...
jasa orang Kota Belud masih abadi di hati saya. Terimalah salam kasih selalu. Semoga Lembah Tempasuk mempunyi muzium seni budaya bajau...amat menyokong, kalau kita susun buku yang menarik. laporan kerja penyuelidikan dulu hanya terbit dalam journal...belum juga jadi buku...kalau di tambah dengan pengkaji lain Seperti saudara Norawi dan YB sendiri, tambah menarik buku itu.....