Sunday, 11 March 2012

Kiriman Musim Semi

Kiriman Musim Semi
harum si renik liar
terbang ke sini
ke lembah tropika lembab
hujan taufan tiba-tiba
si renik ku meliuk melingkar
gembira menyambut gerimis
dan mentari akan tiba di musim baru
kau di sana masih mencatat
dentingan piano kadang nyaring
kadang basah meredah  Thames resah
puisi silam terungkai
menjadi deasi liar di jalanan .

Kusambut huluran sapa
layarmu yang terkibar
ku tahu kau mengutip
si renik liar di musim semi
seperti biasa
mengeringkan ke halaman buku
kan kusambut
biar terlewat  30 tahun lalu.

Dekatnya jarak terpisah
ditemukan di lapisan  awan
jangan bawa lagi rawan
simpul silang telah kutawan
aku tidak berpaling
rindu dendam
terubat dalam mukjizat
yang dikecap Nikmat
Sang Kuasa
membawa berita
kau aku tiba
di Rumah yang sama
semoga Shafiq
sudah membaca Kalimah Cinta!

(buat sahabatku keluarga Saba,London)
12 Mac 2012. 1
Keluarga Saba:  Geoffey, Shafiq
saya dan Delphine, London, Ogos 1986
Assalamualaikum
Sungguh lama saya berjarak di rumah ini. Hidup tergesa di luar hingga
melupakanmu. Insya Allah di hari cerah petang ini, kita kembali bersua
hanya dengan IzinMu...beri hambaMu tegesan hidup, cerahan akal dan jiwa
hanya dariMu Jua ya. Tidak ada yang dapat  berlaku dan merobah
hanya olehMu.
Ya Allah.
Damaikan hati kami
setelah ada yang pergi
kami redhai.

Gombak
11 Mac 2012

Monday, 26 December 2011

CAHAYAMU (NH 1432/1433)

@SZI Masjidil Haram Nov 2011

Bismillahirrahmanirrahim,
" Allah mempunyai cahaya langit dan bumi. Perumpamaan  cahaya Allah (Agama Islam)  itu sebagai sebuah lubang, yang di dalam pelita. Pelita itu di dalam kaca. Kaca itu bagai bintang yang berkilauan...cahaya berlapis cahaya . Allah memimpin siapa yang disukaiNya menerima cahaya membuat beberapa perumpamaan untuk manusia dan Allah itu Maha mengetahui segala sesuatu " (Surah 24, An Nur: 35)
"(Cahaya itu) di dalam rumah (masjid) yang di situ Allah itu  mengizinkan supaya dimuliakan dan disebutNya, tempat tasbih memuji Allah pagi dan senja " (:36)

BUKANKAH  Cahaya ini yang memanggilmu ya insan kecil . Kaupun melangkah setelah ucapan  'Dengan Nama Allah Yang Pemurah lagi Maha Penyayang'. Kau tinggalkan sandal dalam kantung plastik, di celah tiang pintu no 88, kadang masuk dari pintu King Aziz, Al Fadh, menuju ruang perempuan. Kadang lansung ke tangga tingkat dua atau lurus menuju ke aras paling atas, terbuka menengadah ke langitMu. Ya Rabb. 
Dan subuh ini, di sebelah tiang agam perkasa, aku selepas menghampar sejadah, melepaskan sujud akhir solat sunat masjid, sunat subuh...menunggu azan pertama, ku tengadah ke atas. MasyaAlalh cahaya yang tergantung dalam kaca menyerbak kilauan berganda. Sejak dulu minyak kayu dan minyak zaitun memberi nyala api, menyimbah dari tutup cerobong kaca pelita..kini kau tergantug, agam bertahtah di bawa jejeran kubah berlapis...Cahaya demi cahaya, kami menginsafi tiada Cahaya lain selain Cahaya Mu Ya Syarif. Izinkan aku bersama insanMu yang lain, seperti juga yang berada di langit , di bumi, di lautan semua hamba CiptaanMu,  " burung-burung  yang mengembangkan sayapnya masing- masing  mengetahui (cara) berdoa dan memuji. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan" (: 41)

Cahaya dari LampuMU berkilauan tanpa menyakitkan. Cahaya itu berbinar menumpah kebenaran dan kemudahan ketika kami melangkah ke dalam, ke  luar   RumahMu setiap jiwa tergetar dan tidak lagi berahsia menerbit air mata. Mereka berebut menuju Pintu, memilih  ruang tepat ke arahMu, Ya Kaabah Yang Satu.Setelah gelap malam Kau sinari bintang dan bulan, Kau cerahi dengan Bintang Kebesaran Matahari, manusia, haiwan unggas bertaburan mencari rezeki. Rezeki  Halal pemberian Mu. Ya dalam CahayaMu, jadikanlah kami yang berada dalam RumahMu mereka yang beriman kepadaMu kepada Rasul pilihanMu dan Dikaulah tempat kami Meminta segala Cinta AgungMu tanpa berbelah bagi. Di bawah cahaya Keimananan ini, bercerangcanglah doa taubat tidak kunjung selesai sehingga matahari Dhuha pun melambai ..Allahuakbar

(Mengenang Subuh Masjidil Haram
Nov-Dis 2011)

Thursday, 22 December 2011

Pintu RumahMu (NH 1432/1433)

@SZI 2011
(28 Oktober 2011)

ALHAMDULILLAH Pintu Rumah Mu terbuka selalu. Aku datang lagi kerana Seruan itu tiba. Betapa banyak pintu, pintu ini juga kami tuju. Tiba musimnya (Haji) seluruh umat dunia datang bagai angin  menderu . " Timur dan Barat  kepunyaanMu Ya Allah, kemana saja kau menghadapkan mukamu di situlah wajah Allah (qiblat) sesungguhnya Allah itu Pemberi kurnia yan cukup dan Maha Tahu " (Surah 2, Al Baqarah: 115). Menara perkasa azan melantun dan kami tergesa ke pintuMu Yang Satu!  

Tidak sekali kupalsukan Rindu mencariMu, tidak menghindari Pintu di bawah langit dan di bumi indah Milik dan CiptaanMu. Apakah ertinya perjalanan ini, kalau bukan oleh restuMu, oleh sejuta keajaiban yang tidak mampu dijawab oleh akal sehat kecuali batin yang redha, Kaulah Yang memberi nikmat kami. Aku antara berjuta HambaMu dengan rendah hati  mendengar ' berita gembira' menjejak tapak Ibrahim  mengeliling Rumah Tua Sejak Muhamad menjadikan Rumah Tercinta ini sebagai perawat nurani   -  'thawwaf  berkeliling Rumah Suci - bersihkan hati kami. Di pintuMu aku melangkah, Ya Rabb, terimalah rindu entah untuk berapa kali tidak henti, aku  hanya sezarah debu hitam kelabu...terimalah...Bismillahirahmanirahim..

Monday, 24 October 2011

Detik Itu Pun Tiba

Sahabatku : Tiba waktu, kapalpun  membawa diri  seperti buraq dinihari - daku membawa helaian sayap amat tipis berlarik luka. Hanya kesedaran Iman, harus kita jabat erti perpisahan maafkanku  terlalu banyak mencatat melakar, mana yang terhiris hati, tersangkut tanya dan terluka...maaf kupinta. Izinkan daku  melangkah, merentas dengan tenang, tersandung  perit cinta memberi hari semakin nyata. Jelas Hanya Dia Yang Amat Lembut mendengar bisikan HambaNya.Doakan kasih batini sehingga diri semakin insaf segala dosa segala keingkaran, segala tipisnya kesedaran, demi kasihku berilah titis  ilmu pengetahuan, dengan jernih mata dan hati ,  tidak Kau pesongkan hati demi HidayatMu. Berilah Petunjuk, ada Cahaya, Cahaya KasihMu , aku tahu Dikaulah Yang Memberi Kurnia. Hanya Mu Yang Memberi Kesejahteran.Terimalah senyuman kasihku kepada sahabat terkasihku, tak mungkin kulayang ucapan maaf secara utuh, hanya di sini, tali kasih antara kira, dikau sahabatku, maafkan hati kecil ini, sungguh Redha  meninggalkan seluruh hak pinjamanMu, dari hutan, laut, langit dan Awan yang Kau pinjamkan kuserahkan  kepada Yang Hak! Demi Yang Terpuji, Redhakan aku pergi...dan izin kembali menatap mentari tanah air  ini. Al Fateha, Ayah , Ibu, Nenda, para guru dan   kedua anankanda ,   saudara mara dan sahabattku, kutabur doa kasih ampunilah Kami ya   Amin Ya Rabillalamin...

Menjelang 27 Okt 2011
KT 80. 

Saturday, 8 October 2011

Sekolam kiambang

Terima kasih Isnadi menebar benih kiambang ini - Laman Nyang Galoh Okt 2011
Benarlah kehidupan hari ini adalah sisa masa lalu. Ketika merenung sisa kolam ini, yang kerap ditinggalkan oleh si  penghuni taman, kadang kering di musim panas tanpa hujan, kembali menghijau berkelopak kiambang ketika hujan berderaian. Lumut pun berkilauan.  Apakah yang akan kau catat sahabatku?  'Biduk lalu kiambang bertaut' - betapa arifnya nenek moyang  mencipta larik puisi klasik ini. Larik dari batin indah terluah bersahaja, sehingga kerap pula di dendang selokakan.

Ketika akan pergi meninggalkan taman ini, lebih sebulan nanti siapakah yang sudi mengintai kolam ini? Yang akan mengocakkan permukaannya sehingga berudu bersilat ekor sebelum memamahnya sendiri untuk menukar wajahnya yang lebih asli? 

Siapakah yang datang menyiram keladi, pelepah rimbun sepit udang dan menghidupkan unggun api menghalau  nyamuk ? Adakah kelak  sahabatku si  Tiga Pendekar datang menjenguk???

Menuggu detik keberangkatan. 
Gombak
9 Okt 2011, 00:24   

Thursday, 6 October 2011

Jaga dirimu Jingga

                                                                    
Jaga dirimu Jingga
Ketika kau
segak perkasa
menjaga Adik manja
tak kau beri
Si Belang datang
menghampiri.

Petaka tiba
kau bersayu hati
diam di sarang
tanpa suara
jemarimu adalah
saksi
dunia berhenti
seketika
kau renung
kembalikan
kau seperti biasa
berlari meriuh siling
ikhsan
menjaga pagi
sebelum malam
memberimu
bisikan
jangan bersedih
sahabat kita
Jingga !

6 Oktober 2011